RSS

CERPEN : Iman yang salah

30 Jan

Pada suatu hari di Desa Sukahati, turunlah hujan sangat lebat. Desa yang terkenal dengan banjir tahunan ini, mulai terlihat genangan dimana – mana. Semakin malam, hujan semakin deras  & banjir semakin tinggi. Sebagian penduduk mulai mengungsi , mereka mencari tempat yang aman untuk berlindung. Saat semua orang sibuk menyelamatkan diri, adalah seorang pendeta yang tinggal di sebuah gereja dekat desa Sukahati tersebut. Beliau terus – menerus berdoa minta keselamatan pada Tuhan. Lewatlah sebuah perahu karet dr Tim SAR menawarkan pendeta tersebut untuk ikut mengungsi, namun Ia menolak & berkata “ Tuhan pasti menyelamatkan saya, kalian pergilah duluan ”.
Semakin lama banjir masuk dalam gereja, pendeta ini masih terus berdoa & pindah ke lantai 2. Tak lama, lewat lagi sebuah perahu karet yang juga menawarkan bantuan. Pendeta ini masih sibuk berdoa & menjawab “ Pergi saja duluan, saya masih menunggu Tuhan ”. Menjelang pagi, Hujan tak berhenti mengguyur Desa Sukahati. Banjir telah sampai pada lantai 2 gereja , Pendeta itu masih sibuk berdoa & telah pindah di atas genteng gereja. Datanglah sebuah perahu karet yang ke 3 menawarkan bantuan, “ Pendeta, ayo ikut kami ke pengungsian, ini adalah perahu terakhir  Semua penduduk telah mengungsi & tinggal anda yang ada disini “. Kemudian, Pendeta itu menjawab “ Tidak apa – apa, saya akan baik – baik saja, Tuhan pasti datang mengirimkan bantuanNya untuk saya “.
Tak lama kemudian, langit menjadi semakin kelam. Bersamaan derasnya hujan  petirpun menggelegar & kilat menyambar . Sang Pendeta berteriak sambil menengadah & mengangkat tangan ke langit “ Tuhan, Tuhan dimana kuasaMu. Saya dengan iman yakin akan pertolonganMu, tapi Kau membiarkan saya mati disini??”. Saat banjir telah sampai pada leher pendeta tersebut, Ia mendengar suara berbisik di telinganya “ Pendeta yang keras kepala, betapa malang nasibmu.. Saya telah mengirimkan 3 perahu karet tapi engkau menolaknya. Sekarang, saya tidak bisa menyelamatkanmu lagi”. Demikianlah akhirnya Sang pendeta meninggal tenggelam dalam banjir tersebut.
“ Ketika kita merasa yakin & tidak menyadari  pertolongan yang Tuhan berikan dengan berbagai cara untuk menghindarkan kita dari bahaya, kita justru tak akan terselamatkan. Iman yang salah akan membawamu kepada kedalaman jurang yang salah”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2011 in cerita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: